Kisah dibalik Hari Valentine


Sejarah hari Valentine berasal dari zaman kekaisaran Romawi. Valentine sebenarnya adalah seorang biarawan Katolik yang menjadi martir. Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang. 

Pada masa itu, kejayaan kekaisaran Romawi berada di tengah ancaman keruntuhannya yang disebabkan kemerosotan aparatnya dan pemberontak rakyat sipilnya. Untuk mempertahankan kekaisarannya, Claudius II tak henti merekrut kaum pria Romawi sebagai tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Menurut kaisar, tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan bukanlah tentara yang bagus. Ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka. Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan atau menikah.

Valentine, sang biarawan muda diam-diam mengumpulkan dan memberikan siraman rohani kepada pemuda Romawi. Sang biarawan bahkan memberi mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini tercium oleh Kaisar. Valentine dipenjara, karena ia menentang aturan kaisar dan menolak mengakui dewa-dewa Romawi, dia dijatuhi hukuman mati. Sewaktu di penjara, ia bersahabat dengan seorang petugas penjaga penjara bernama Asterius, ia memiliki sorang putri yang menderita kebutaan sejak lahir, namanya Julia. Valentine berusaha mengobati kebutaanya sambil mengajari sejarah dan agama. 

Beberapa minggu menjalani pengobatan, Julia masih belum mengalami kesembuhan. Hingga tiba saat hukuman mati Valentine. Valentine tidak sempat mengucapkan perpisahan dengan Julia, namun ia menuliskan ucapan dengan pesan untuk semakin dekat kepada Tuhan. Tak lupa ditambahi kata-kata, "Dengan cinta dari Valentin-mu" (yang akhirnya menjadi ungkapan yang mendunia). Ia meninggal 14 Februari 269, dimakamkan di Gereja Praksedes Roma. Keesokan harinya, Julia menerima surat ini. Saat membuka surat, ia dapat melihat huruf dan warna-warni yang baru pertama kali dilihatnya. Julia sembuh dari kebutaanya.

Pada tahun 496, Paus Gelasius I menyatakan 14 Februari sebagai hari peringatan St. Valentine. Kebetulan tanggal kematian Valentine bertepatan dengan perayaan Lupercalia, suatu perayaan orang Romawi untuk menghormati dewa Kesuburan Februata Juno. Nama Valentine lalu diabadikan dalam festival tahunan ini. Di festival ini pasangan kekasih atau suami istri Romawi mengungkapkan perasaan kasih dan cintanya dalam pesan dan surat bertuliskan tangan. Di daratan Eropa tradisi ini berkembang dengan menuliskan kata-kata cinta dan dalam bentuk kartu berhiaskan hati dan Dewa Cupid kepada siapapun yang dicintai. Atau memberi perhatian kecil dengan bunga, coklat dan permen.

Demikian kisah dibalik sejarah hari Valentine, semoga bermanfaat.
Baca juga:

Komentar